Zev in Love

Information

This article was written on 23 Nov 2011, and is filled under Flash Fiction.

Current post is tagged

,

Pesan Terakhirku

Setelah aku tiada, maukah kau simpan cintaku. Bukan untuk membelenggumu, tetapi sekedar untuk menghangatkan api, yang dahulu pernah menyala di hatimu. Api membara sekuat kematian, namun menyentuh seindah rekahan mawar di tamanku.

Dulu, kau pernah mengajari aku cara menyentuh rahasia-rahasia kehidupan. Menguak hal-hal yang sebelumnya tak pernah terlintas dalam pikiran. Kini setelah terhanyut, waktu memaksa kita mengubahnya menjadi kenangan.

Apa arti sebuah kenangan, selain butiran-butiran bening yang menetes, dan kesakitan saat mengenangnya? Setelah sang waktu begitu kejam mengubah keindahan menjadi kenangan, apakah kau masih dapat melihatnya sebagai sebuah keindahan, tanpa kesakitan?

Aku bersyukur mengenalmu, dan berterimakasih pada pandangan-pandangan filosofismu. Sayang ada yang lupa kau ajarkan padaku: Bagaimana cara menghentikan airmata yang tak bisa berhenti mengalir ini..

 

Z

2 Comments

  1. Anjar777
    March 12, 2012

    Waw.. Kata2 postingan ini sejenak mendesir hati gw.. kenangan yg susah payah dilupain..

  2. mrrijal
    April 16, 2012

    pedih …

   

Leave a Reply